Selasa, 05 Desember 2017

Kisi-Kisi UN/UNBK SMP/MTs Terbaru 2018: Menulis Terbatas

ilmubindo.com_ Kali ini admin akan bagikan contoh kisi-kisi ujian nasional terbaru 2018. Semoga kisi-kisi yang admin bagikan ini dapat membantu kalian dalam mencari referensi ujian nasional tahun 2018. Di dalam blog ini juga telah admin sediakan materi, contoh soal, kunci jawaban, dan pembahasan soal-soal ujian nasional terbari 2018. Silakan jelajahi blog ini dengan sepuasnya karena apa yang kalian cari seputar pendidikan bahasa Indonesia SMP semuanya ada di sini. Selamat belajar, semoga sukses yah..!

Pada prinsipnya pelaksanaan suatu tes diperlukan agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Perencanaan yang teliti serta terkonsep akan memberikan jaminan bahwa guru akan dapat mengukur penguasaan belajar yang relevan dengan hasil belajar yang representativ.

Kisi-kisi merupakan rencana dalam penyusunan tes. Dengan adanya kisi-kisi akan mempermudah dalam menyiapkan tes sesuai dan mewakili materi yang pernah diberikan dalam proses pembelajaran. Tabel kisi-kisi soal kemudian dikaitkan dengan bentuk item yang digunakan dan juga dikaitkan dengan jenjang kemampuan yang ingin diukur.
Kisi-Kisi UN/UNBK SMP/MTs Terbaru 2018: Menulis Terbatas
www.ilmubindo.com

Menulis Terbatas

 Level Kognitif
 Kompetensi
 Indikator
Pengetahuan dan pemahaman
 Siswa mampu:
  • Melengkapi teks dengan kata atau kalimat
  1.  Siswa mampu melengkapi teks dengan kata
  2. Siswa mampu melengkapi teks dengan kalimat.
 Aplikasi
  • Menunjukkan bukti
  • Menyimpulkan
  • Menemukan ide
  • Menginterpretasikan
  • Menggunakan 
  • Menyusun
 Siswa mampu:
  • Menyusun urutan kalimat berbagai jenis teks
  • Melengkapi kata, kalimat, paragraf
  1.  Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks laporan.
  2. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks laporan padu.
  3. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks eksposisi.
  4. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis ulasan/resensi buku.
  5. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks ulasan/resensi film.
  6. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks biografi.
  7. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks prosedur.
  8. Siswa mampu melengkapi kalimat jenis teks prosedur.
  9. Siswa mampu menyusun urutan kalimat jenis teks tanggapan kritis.
  10. Siswa mampu melengkapi kata baku dalam paragraf rumpang.
  11. Siswa mampu melengkapi kata serapan dalam paragraf rumpang.
  12. Siswa mampu melengkapi kata ulang dalam paragraf rumpang.
  13. Siswa mampu melengkapi kalimat dalam paragraf rumpang.
 Penalaran dan Logika
  • Mengevaluasi
  • Membandingkan
  • Menanggapi
  • Merefleksi
 Siswa mampu:
  • Mengubah teks ke dalam bentuk lain 
  • Menulis teks singkat sesuai dengan konteks
  1.  Siswa mampu mengubah teks ilustrasi ke dalam bentuk teks eksposisi.
  2. Siswa mampu mengubah teks ilustrasi (fakta) menjadi teks laporan.
  3. Siswa mampu menulis teks singkat (ulasan/resensi) sesuai dengan konteks.

Demikianlah isi dari kisi-kisi ujian nasional tahun 2018 yang admin dapat bagikan kepada kalian. Kiranya dapat membantu kalian dalam mencari referensi kisi-kisi ujian nasional bahasa Indonesia terbaru.  Salam admin
Share:

Minggu, 03 Desember 2017

Contoh Soal dan Pembahasan Materi UN/UNBK SMP Tahun 2018: Komentar Terhadap Isi, Pola Pengembangan, dan Bahasa Karya Sastra

ilmubindo.com_ Setiap karya sastra perlu diberi komentar atau penilaian oleh pembaca. Komentar atau penilaian terhadap karya sastra dari segi isi, pola pengembangan, dan bahasa. Seseorang yang akan memberi komentar harus membaca karya itu terlebih dahulu. Jika sudah dicermati benar, barulah ia dapat mengomentari karya yang bersangkutan.

Memberi komentar atau penilaian terhadap suatu karya sastra terdapat dalam resensi. Salah satu unsur resensi tersebut berupa keunggulan atau kelemahan karya sastra tersebut.

Contoh Soal Tipe Ujian Nasional/UNBK dan Pembahasan

1. Bacalah kutipan data buku berikut!
Judul novel      : Rindu
Pengarang        : Tere Lite
Penerbit           : Republika
Tahun terbit     : 2014
Tebal halaman : 544 halaman


Contoh Soal dan Pembahasan Materi UN/UNBK SMP Tahun 2018: Komentar Terhadap Isi, Pola Pengembangan, dan Bahasa Karya Sastra
www.ilmubindo.com

Paragraf yang menyatakan keunggulan buku adalah ....
A. Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang sebuah kerinduan. Perjalanan kerinduan yang membawa banyak masalah yang menjadi beban di hati. Mulai dari menghadapi perjalanan dengan penuh dosa pada masa lalu si tokoh menjalani hidupnya dengan penuh kebencian karena kehilangan cintanya.
B. Buku ini memiliki kelebihan bahwa alur cerita sangat menarik dan mengalir untuk dibaca. Selain itu, menyajikan nuansa latar yang berbeda. Peristiwa kehidupan yang terjadi di atas kapal ibarat kapal uap yakni sebuah kampung. 
C. Buku ini memiliki kekurangan. Kekurangan buku ini terletak pada sampul buku yang kurang menarik. Sampul buku tersebut tidak sebanding dengan isinya yang menarik untuk dibaca.
D. "Apalah arti memiliki, ketika diri sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, ketika kamu menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun? Bukankah ada kerinduan saat kami hendak melupakan? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja?"

Kunci Jawaban: B
Pembahasan: Keunggulan buku terdapat pada pilihan B. Perhatikan kata kunci kelebihan dalam paragraf tersebut. Pilihan jawaban A merupakan sinopsis buku. Pilihan jawaban C merupakan kelemahan buku. Pilihan jawaban D merupakan pendahuluan dalam resensi.

2. Bacalah kutipan data buku berikut!
Judul buku : Fairish
Penulis       : Esti Kinasih
Penerbit     : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan      : Ke-18, Juli 2012
Tebal          : 304 halaman
Jenis buku  : Fiksi remaja

Paragraf yang menyatakan kelemahan buku adalah ....
A. Novel ini memiliki kekurangan yaitu menggunakan bahasa campuran. Dengan demikian, isi novel sulit dimengerti oleh para pembaca.
B. Novel Fairish memiliki kelebihan yaitu sangat menarik dibaca para remaja. Novel Fairish menceritakan indahnya masa SMA.
C. Esti Kinasih lahir di Jakarta, 9 September 1971. Mantan karyawan bank ini juga pecinta alam. Kebiasaan sebagai pecinta alam, lebih sering menyendiri, memberi Esti banyak inspirasi untuk menulis. Pada 2004 lahirlah novel pertamanya berjudul Fairish.
D. Novel ini mengusung tema masa SMA dengan menggunakan alur campuran (maju dan mundur). Tokoh dalam novel ini yaitu David, Metha, Alfa, Wulan, Viorish, Udin, Vaya, Sagara, dan Daniar.

Kunci Jawaban: A
Pembahasan: Kelemahan buku terdapat pada pilihan jawaban A. Perhatikan kata kunci kekurangan. Pilihan jawaban B merupakan kelebiihan buku. Pilihan jawaban C merupakan identitas pengarang. Pilihan jawaban D merupakan sinopsis.
Share:

Jumat, 01 Desember 2017

Contoh Soal dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 4)

ilmubindo.com_ Kali ini kita akan melanjutkan pelajaran kita dalam membahas soal-soal ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia bagian 4 dengan materi indikator Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel. Semoga bermanfaat.

Bacalah kedua kutipan fabel berikut!
Kutipan Fabel 1
Seekor singa merengut dan menderam kepada seekor nyamuk yang asyik terbang berlegar di kepalanya ketika dia cuba melelapkan mata.
"Pergi kamu dari sini sebelum aku memijakmu dengan kakiku," ngaumnya.
"Aku tidak takut padamu!" kata nyamuk memperolok-olokkannya.
"Kamu mungkin digelar Raja Rimba, tapi aku lebih kuat daripada kamu. Aku juga boleh membuktikannya. Mari berlawan dan siapa yang menang," singa pun setuju.
Nyamuk dengan pantas menjunam ke arah singa dan mengigitnyabertalu-talu dihidung dan telinganya. Ketika cuba memijak nyamuk itu, singa tercakar diri sendiri dengan kukunya yang tajam hingga berdarah.
"Cukup, cukuplah! Kamu menang," jerit singa.

Contoh Soal dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 4)
www.ilmubindo.com

Kutipan Fabel 2
Pada suatu musim yang sangat kering, di mana saat itu burung-burung pun sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimana pun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, ia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan mati karena kehausan.

Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua kutipan fabel tersebut adalah ....


 Kutipan Fabel 1
Kutipan Fabel 2
 A.
 Menggunakan majas
 Menggunakan ungkapan
 B.
 Bahasa mudah dipahami
 Bahasa sulit dipahami
 C.
 Kalimat menggunakan dialog
 Kalimat tidak menggunakan dialog
 D.
 Menggunakan bahasa Melayu
 Menggunakan bahasa Indonesia

Kunci Jawaban: D
Pembahasan: Kutipan fabel menggunakan bahasa Melayu. Penggunaan kata-kata Melayu tersebut antara lain merungut, menderam, cuba, memijak, dll. Kutipan fabel 2 menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada pilihan jawaban D.
Share:

Contoh Soal dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 3)

ilmubindo.com_ Kali ini admin akan bagikan kepada kalian pembahasan lanjutan bagian 3 di materi indikator Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel. Semoga contoh soal ini membantu kalian dalam mencari referensi soal-soal ujian terbaru 2018. Semoga bermanfaat.

Bacalah kedua kutipan kedua fabel berikut!
Kutipan Fabel 1
Buaya dan burung penyanyi bersahabat akrab. Hari ini mereka asyik bercakap. Burung penyanyi bertengger di hidung buaya. Namun beberapa saat kemudian, buaya merasa mengantuk. Ia menguap dan membuka mulutnya lebar-lebar. Oh, burung penyanyi yang bertengger di hidung buaya terpeleset masuk ke dalam mulut buaya. Sayangnya, buaya tidak tahu. Ia bingung mencari burung penyanyi yang kini tak ada lagi di hidungnya.
"Aneh! Ke mana burung penyanyi?" gumam buaya." Ia pasti sedang mengajakku bercanda."
Buaya melihat ke belakang, ke ekornya. Namun burung itu tidak ada. Buaya lalu mencari burung penyanyi di semak-semak. Ia memasukkan moncongnya ke semak-semak di tepi sungai. Namun burung penyanyi tetap tidak ditemukannya.
"Ke mana ia?" gumam buaya kembali.

Contoh Soal dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 3)
www.ilmubindo.com

Kutipan Fabel 2
Setelah lama terdiam, "Hmm, aku ada ide," kata si kancil tiba-tiba.
"Tapi kau harus menolongku," lanjut kancil.
"Begini, kau bilang pada harimau kalau aku telah menghajarmu karena telah menggangguku. Katakan juga pada si harimau bahwa aku telah menghajar siapa saja yang berani menggangguku, termasuk harimau, karena aku sedang menjalankan tugas penting," kata kancil kepada kelinci.
"Tugas penting apa, Cil?" tanya kelinci heran.
"Sudah, bilang saja begitu, kalau si harimau nanti mencariku, antarka ia ke bawah pohon besar di ujung jalan itu. Aku akan menunggu harimau di sana."
"Tapi aku takut, Cil. Bener nih rencanamu akan berhasil?" tanya kelinci.
"Percayalah padaku, kalau gagal jangan sebut aku si kancil yang cerdik.
"Iya, iya. Aku percaya, tapi kamu jangan sombong, nanti malah kamu jadi lebih sombong dari si harimau."

Perbedaan pola pengembangan cerita pada kutipan fabel tersebut adalah ....


 Kutipan Fabel 1
Kutipan Fabel 2
 A.
 Menggunakan alur maju
 Menggunakan alur sorot balik
 B.
 Menggunakan alur sorot balik
 Menggunakan alur maju
 C.
 Menggunakan sebutan aku
 Menggunakan sebutan nama tokoh
 D.
 Menggunakan paparan
 Menggunakan bentuk dialog

Kunci Jawaban: D
Pembahasan: Kutipan fabel 1 menggunakan pola pengembangan dalam bentuk paparan. Kutipan fabel 2 menggunakan pola pengembangan dalam bentuk dialog antartokoh, yaitu kancil dan kelinci. Jadi, jawaban tepat terdapat pada pilihan jawaban D.
Share:

Contoh Soal dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 2)

ilmubindo.com_ Kali ini admin akan bagikan lanjutan dari pembahasan di bagian satu materi sebelumnya. Semoga bagian kedua ini dapat membantu kalian dalam memahami soal dengan materi indikator Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel. Selamat belajar semoga kalian sukses.

Bacalah kedua kutipan cerpen berikut!
Kutipan Cerpen 1
Mereka tinggal di ceruk gua-gua purba. Ke sanalah butir-butir air mata yang dipetik itu dibawa. Di selisir ulir batu alir, di antara galur batu kapur berselubung tirai marmer bening yang licin dan basah, di jelujur akar-akar kalsit yang bercecabang di langit-langit stalagtit, peri-peri itu membangun sarang. Butir-butir air ditata menjadi sarang mereka, serupa istana-istana kecil yang saling terhubung jembatan gantung yang juga terbuat dari untaian air mata. Di langit-langit gua itu pula butir-butir air mata itu dironce terjuntai menyerupai jutaan lampu kristal yang berkilauan.


Contoh Soal dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 2)
www.ilmubindo.com
Kutipan Cerpen 2
Segera setelah sampai rumah, ayah Budiman kembali tak sadarkan diri. Budiman panik dan hendak segera membawanya kembali ke rumah sakit, tetapi Sarkawi sigap mencegahnya.
"Memang apa yang kamu harapkan dengan membawa bapakmukembali ke rumah sakit? Supaya sadar lagi? Supaya sembuh? Terus kamu bingung lagi gimana harus berangkat ke luar negeri?"
Kali ini Budiman benar-benar marah dan mendorong tubuh Sarkawi. "Kamu ini memang sama sekali enggak punya perasaan!!!"
"Kamu yang yang enggak punya perasaan! Jelas-jelas bapakmu bilang mau pulang, kamu tetap ngotot juga mau mengembalikan ke rumah sakit."

Perbedaan penggunaan bahasa pada kutipan cerpen tersebut adalah ....


 Kutipan Cerpen 1
 Kutipan Cerpen 2
 A.
 Menggunakan ungkapan
 Tidak menggunakan ungkapan
 B.
 Bahasa kias
 Bahasa lugas
 C.
 Bahasanya mudah dipahami
 Bahasanya sulit dipahami
 D.
 Kalimat menggunakan majas
 Kalimat tidak menggunakan majas

Kunci Jawaban: B
Pembahasan: Bahasa yang digunakan pada kutipan cerpen 1 menggunakan bahasa kias. Perhatikan kalimat Di selisir ulir batu air, di antara galur batu kapur berselubung tirai marmer bening yang licin dan basah, di jelujur akar-akar kalsit yang bercecabang di langit-langit stalagtit, peri-peri itu membangun sarang. Kata peri-peri merupakan kiasan dari burung-burung walet. Sementara itu, kutipan cerpen 2 menggunakan bahasa yang lugas.
Share:

Contoh Soal, dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel

ilmubindo.com_ Kali ini admin akan bagikan contoh soal tipe UN/UNBK dan pembahasan bagian 1. Semoga bisa membantu kalian dalam mencari referensi soal-soal ujian nasional terbaru 2018. Selamat belajar, semoga bermanfaat.

Bacalah kedua kutipan cerpen berikut!
Kutipan Cerpen 1
"Sudah saya pikir masak-masak."
Saya terkejut.
"Pikirkan sekali lagi! Bapak kasih waktu satu bulan!"
Taksu menggeleng.
"Dikasih waktu satu tahun pun hasilnya sama, Pak. Saya ingin jadi guru."
"Tidak! Kamu pikir saja dulu satu bulan lagi!"
....
Bukan hanya satu bulan, tetapi dua bulan kemudian, kami berdua datang lagi mengunjungi Taksu di tempat kosnya. Sekali ini kami muncul tidak dengan tangan kosong. Istri saya membawa krupuk kulit ikan kegemaran Taksu. Saya sendiri membawa sebuah laptop baru yang paling canggih, sebagai kejutan.

Contoh Soal, dan Pembahasan UN/UNBK SMP Tahun 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel
www.ilmubindo.com

Kutipan Cerpen 2
"Jadi, apa yang membawamu kemari?"
"Kenangan."
"Palsu! Kalau ini soal kenangan, tidak perlu menunggu sepuluh tahun setelah keluargamu kembali dan menetap 30 kilometer saja dari sini."
Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan meluncur seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magazin.
Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai orang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus daripada saya.
Malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Teplok yang menjadi penerang ruangan diletakkan di atas meja, hampir mendekat sama sekali dengan wajahnya jika dia menunduk untuk menulis. Di atas amben, ayahnya santai merokok. Sesekali menyalakan pemantik jika bara rokok lintingannya soak bertemu potongan besar cengkeh atau kemenyan yang tidak lembut diirisnya. Ibunya, seorang perempuan yang banyak tertawa, berada di sudut sembari bekerja memilih sabut-sabut kelapa menjadi tambang.
....
Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.

Perbedaan pola pengembangan kedua kutipan cerpen tersebut adalah ....


 Kutipan Cerpen 1
 Kutipan Cerpen 2
 A.
 Menggunakan alur maju
 Menggunakan alur sorot balik
 B.
 Menggunakan alur sorot balik
 Menggunakan alur maju
 C.
 Menggunakan alur maju
 Menggunakan alur campuran
 D.
 Menggunakan alur sorot balik
 Menggunakan alur campuran

Kunci Jawaban: A
Pembahasan: Kutipan cerpen satu menceritakan peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis. Peristiwa pertama diikuti oleh peristiwa-peristiwa selanjutnya. Oleh karena itu, kutipan cerpen  tersebut menggunakan alur maju. Kutipan cerpen dua menggunakan alur sorot balik. Cerita tersebut diawalipertemuan antara tokoh saya dan sahabatnya. Kemudian, tokoh saya mengingat kembali pada masa lalu ketika ia berada di rumah sahabatnya pada malam hari dengan penerangan lampu teplok. Selanjutnya peristiwa kembali pada masa kini, percakapan antara tokoh saya dengan sahabatnya. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.
Share:

Materi, Contoh Soal. dan Pembahasan UN/UNBK 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 1)

ilmubindo.com_ Alur (plot) merupakan bagian dari unsur intrinsik suatu karya sastra. Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat. Akan tetapi, pola pengembangan cerita suatu cerpen atau fabel tidaklah seragam.

Alur dapat dikategorikan dalam dua kategori, yaitu kronologis dan tidak kronologis. Alur berkategori kronologis adalah alur lurus atau maju, disebut progresif. Alur berkategori tidak kronologis adalah sorot balik (flash-back), mundur, disebut regresif. Alur lurus atau maju jika peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis. Peristiwa pertama diikuti oleh peristiwa-peristiwa kemudian. Alur sorot balik jika cerita tidak dimulai dari tahap awal, tetapi dari mungkin dari tahap tengah atau bahkan tahap akhir, baru kemudian tahap awal cerita dikisahkan. Karya yang beralur jenis ini langsung menyuguhkan adegan-adegan konflik, bahkan konflik yang telah meruncing. Alur campuran, secara garis besar dalam cerita terdapat alur maju, tetapi di dalamnya sering terdapat adegan-adegan sorot balik.
Materi, Contoh Soal. dan Pembahasan UN/UNBK 2018: Perbandingan Pola Pengembangan dan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Fabel (Bag. 1)
www.ilmubindo.com

Alur atau plot dibedakan ke dalam beberapa tahapan. Secara umum tahapan alur dibagi dalam bagian-bagian berikut.
  • Tahap penyituasian (situation)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh serta menata adegan dan hubungan antartokoh. Tahap ini merupakan tahap pembukaan cerita, pemberian informasi awal.
  • Tahap permunculan konflik (generating circumstances)
Konflik atau masalah-masalah dalam tahap ini mulai dimunculkan. Jadi, tahap ini merupakan tahap awal munculnya konflik. Konflik tersebut akan berkembang atau dikembangkan menjadi konflik-konflik pada tahap berikutnya.
  • Tahap peningkatan konflik (rising action)
Konflik yang telah dimunculkan pada tahap sebelumnya semakin berkembang dan dikembangkan kadar intensitasnya. Peristiwa-peristiwa dramatik yang menjadi inti cerita semakin mencekam dan menegangkan.
  • Tahap klimaks
Konflik yang dialami para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak. Klimaks sebuah cerita akan dialami oleh tokoh utama yang berperan sebagai pelaku dan penderita terjadi konflik 
  • Tahap penyelesaian (denouement)
Konflik yang telah mencapai klimaks diberi penyelesaian, ketegangan yang dikendorkan, kemudian cerita diakhiri.

Selain alur, pola pengembangan cerita dapat berupa cerita dalam bentuk dialog atau narasi. Pola pengembangan cerita juga dapat berupa penyebutan tokoh.

Bahasa dalam cerpen dan fabel akan berbeda. Cerpen biasanya menggunakan bahasa pop sesuai tuntutan zaman. Sementara itu, bahasa yang digunakan dalam fabel menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Ada beberapa pengarang cerpen menggunakan bahasa lokal tempat ia berasal. Pemilihan bahasa tersebut menandakan kekhasan pengarang cerpen tersebut. Sebagai contoh sastrawan Umar kayam sering diselipi penggunaan istilah bahasa Jawa.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Pasang Iklan